Terpuruk

       



Pada awalnya disana  segala yang diperlukan.

Hati tanpa bentuk dan kosong.

Melihatnya seperti sejarah fajar

Menanti cahaya di langit sebelah timur.

sesungguhnya kepercayaan ini, bahwa, penantian cahaya kemerah-merahan itu akan terjadi.

Terkejut  dengan fenomena yang tidak diinginkan dan menutupi semua harapan-harapan penantian. 

Lalu kembali menyanyikan lagu lama berulang-berulang kali di sepanjang perjalanan itu. Setibanya di persimpangan, rasa takut mulai menjadi-jadi. 

Aku bergegas dan bersembunyi di  gua yang sunyi dan gelap. 

Kulewati setiap detik, menit, jam, hari, dan bertahun-tahun.



                           Yogyakarta, 11 Januari 2024

    


                                           Pilus Bunga


         

Komentar

Postingan Populer