Sekedar Bercerita
Malam meregang panjang di antara detak jam dan pikiranku. Segelas kopi menua perlahan, menatapku tanpa suara. Kakiku tergantung di kosen jendela, stengah di dunia, setangh di udara. Dingin menyusup, menyalakan imaj tentang peradaban kecil yang rapuh di kepala. Kepada diriku, aku berbisik lirih: tak akan kutulis kisahmu dengan dia. Namun di setiap hembus aroma kopi yang pergi, selalu ada kau dalam hasrat yang tak pernah tiba di kata akhir. Pilus Bunga Yogyakarta, 9 Oktober 2025




