Yogyakarta, 11 September 2025
Aku menunggumu dalam senyap,
seperti malam menunggu fajar,
takut kau pergi sebelum cahaya sempat tiba,
kata-katamu masih bergema,
tentang sleep call yang tak boleh padam,
seolah suaramu adalah nyala yang menentukanku melewati gelap.
Aku rapuh,
tapi rinduku keras kepala,
selalu ingin menemukanmu,
meski jarak dan waktu sering menguji.
Bila esok kau terbangun,
semoga kau temukan aku di sisi yang setia,
bukan sekedar nama di layar,
melainkan hati yang tak lelah menjaga.
Untukmu.
Pilus Bunga

Komentar
Posting Komentar